
equityworld – Harga minyak turun pada Kamis (1/9), karena investor khawatir bahwa kenaikan suku bunga yang agresif dari pembuat kebijakan global akan memperlambat ekonomi dan mengurangi permintaan bahan bakar, sementara pembatasan baru untuk mengekang COVID-19 di China juga menambah tekanan.
Minyak mentah berjangka Brent turun 53 sen, atau 0,6%, menjadi $95,11 per barel pada 04:54 GMT. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 58 sen, atau 0,7%, menjadi $89,97 per barel.
“Kekhawatiran yang tumbuh atas melemahnya permintaan bahan bakar karena kenaikan suku bunga agresif oleh bank sentral AS dan Eropa melebihi kekhawatiran atas pasokan global yang ketat,” kata Hiroyuki Kikukawa, manajer umum penelitian di Nissan (OTC:NSANY) Securities.
Tanda-tanda pelemahan baru-baru ini dalam ekonomi China dan pembatasan pandemi yang lebih kuat di negara itu juga membebani sentimen, tambahnya. (Tgh)
Sumber: Reuters, ewfpro