PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Bitcoin Naik Tipis, Dolar Mendekati 150 Yen Jelang Inflasi Utama AS

Pada hari Selasa, 13 Februari 2024, pasar mata uang dunia menghadapi keadaan yang menarik, dengan dolar AS mendekati level psikologis 150 yen Jepang, sementara Bitcoin tetap kuat di sekitar angka $50.000 untuk hari kedua berturut-turut.

Di awal perdagangan di Asia, suasana cenderung tenang. Pasar di China dan Hong Kong masih tutup karena liburan Tahun Baru Imlek. Para pedagang secara umum tetap berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS yang dianggap sebagai tes penting bagi keadaan ekonomi terbesar di dunia pada hari Selasa.

Dolar AS terakhir diperdagangkan pada kisaran 149,39 yen, naik sedikit menuju level 150 yang menjadi perhatian banyak pihak. Level ini dipantau dengan ketat karena kemungkinan akan memicu reaksi lebih lanjut dari pejabat Jepang dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang yen.

Nilai yen terus berada di bawah tekanan, terutama karena ekspektasi para investor terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dari Bank Sentral AS. Penurunan nilai yen juga semakin dalam karena indikasi bahwa Bank of Japan akan menolak untuk secara agresif meningkatkan suku bunga, bahkan jika bank tersebut keluar dari kebijakan suku bunga negatif tahun ini, sebuah taruhan yang sedang dipertaruhkan oleh pasar.

Sementara itu, euro melemah sebesar 0,03% menjadi $1,0768, dan pound sterling turun 0,07% menjadi $1,2620. Dolar Australia juga mengalami penurunan sebesar 0,08% menjadi $0,6526.

Semua mata tertuju pada laporan inflasi AS untuk bulan Januari yang dijadwalkan akan dirilis hari ini. Laporan ini diyakini akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang seberapa cepat, dan seberapa besar, Federal Reserve AS akan menurunkan suku bunga dalam tahun ini.

Data ekonomi AS yang kuat, terutama laporan lapangan kerja awal bulan ini, telah meningkatkan harapan bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Saat ini, pasar memperkirakan bahwa Fed akan memotong suku bunga sebanyak 110 basis poin tahun ini, dimulai dari bulan Mei, turun dari perkiraan sebelumnya sekitar 160 basis poin pada akhir tahun lalu.

Sebelum data inflasi dirilis, Federal Reserve Bank of New York menyampaikan hasil Survei Ekspektasi Konsumen untuk bulan Januari. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi satu tahun dan lima tahun ke depan tetap tidak berubah pada angka masing-masing 3% dan 2,5%. Namun, proyeksi kenaikan inflasi tiga tahun ke depan turun menjadi 2,4%, level terendah sejak Maret 2020, dari 2,6% pada bulan Desember.

Dalam perdagangan dengan mata uang lainnya, dolar AS menguat tipis sebesar 0,02% menjadi 104,16 yen. Dolar Selandia Baru mengalami penurunan sebesar 0,11% menjadi $0,6121.

Di dunia kripto, Bitcoin menguat sebesar 0,64% menjadi $50.155. Kenaikan ini terjadi setelah Bitcoin mencapai level di atas $50.000 untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun pada hari Senin.

Bitcoin, sebagai mata uang kripto terbesar di dunia, telah mengalami kenaikan hampir 18% sepanjang tahun ini. Peningkatan ini didorong oleh persetujuan peraturan bulan lalu untuk dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang terdaftar di AS yang dirancang untuk melacak harga Bitcoin.

Sumber: ewfpro

PT Equityworld Futures

Published by PT Equityworld Futures Cyber2

PT. Equityworld Futures merupakan salah satu anggota Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange) yang resmi berdiri pada tahun 2005. Perusahaan telah berkembang pesat seiring meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi di produk-produk finansial.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started