
Stabilitas Pasca Penguatan
Minyak mengalami stabilitas setelah mengalami penguatan, dengan kekuatan dari pasar fisik yang mendukung sentimen yang lebih luas. West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di bawah $78 per barel setelah naik 1,4% pada hari Senin, sementara Brent ditutup di atas $82. Peningkatan harga minyak terjadi karena ada tanda-tanda aktivitas pembelian baru-baru ini dari kilang-kilang di dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia, Amerika Serikat dan Tiongkok.
Kondisi Pasar
Pasar minyak sedang menuju kenaikan bulanan kedua, namun belum berhasil menembus kisaran kecilnya saat ini. Meskipun ada ketegangan di Timur Tengah dan pembatasan pasokan dari OPEC+, produksi yang lebih tinggi dari luar kelompok tersebut, termasuk AS, telah membatasi kenaikan harga minyak.
Proyeksi Goldman Sachs dan Bank of America
Penggerak pasar yang berlawanan telah membuat Goldman Sachs Group Inc. dan Bank of America Corp. memperkirakan bahwa perdagangan dalam kisaran tertentu akan bertahan dalam waktu dekat. Goldman Sachs melihat kisaran $20 untuk minyak mentah dengan pusat pada $70 per barel, sementara Bank of America memperkirakan minyak akan berada dalam kisaran $60 hingga $80.
Pergerakan Harga
WTI untuk pengiriman April naik 0,1% menjadi $77,65 per barel pada pukul 7:42 pagi di Singapura. Sementara itu, Brent untuk penyelesaian bulan April ditutup 1,1% lebih tinggi pada $82,53 per barel pada hari Senin.
Kesimpulan
Minyak menjaga penguatannya dengan dukungan dari pasar fisik yang kuat. Meskipun ada ketegangan di Timur Tengah dan pembatasan pasokan dari OPEC+, produksi yang lebih tinggi dari luar kelompok tersebut membatasi kenaikan harga. Goldman Sachs dan Bank of America memberikan proyeksi tentang kisaran harga yang dapat bertahan dalam waktu dekat.
Disclaimer
Informasi ini disediakan sebagai informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Pembaca diharapkan melakukan analisis lebih lanjut sebelum membuat keputusan investasi. Semua hak cipta atas informasi ini dimiliki oleh EWF-PRO NEWS PORTAL 2014.
Sumber: Bloomberg