
Harga minyak mengalami kenaikan pada hari Selasa, didorong oleh optimisme tentang pasar yang lebih ketat tahun ini menyusul ekspor yang lebih rendah dari Irak dan Arab Saudi.
Harga Minyak Mendekat ke Level Tinggi
Pada pukul 14:30 ET (18:30 GMT), kontrak minyak mentah AS naik 0,9% menjadi $83,47 per barel dan kontrak Brent naik 0,6% menjadi $87,38 per barel.
Optimisme atas Outlook Pasokan yang Ketat
Harga minyak telah melonjak dalam seminggu terakhir seiring tanda-tanda peningkatan aktivitas pengolahan di AS, permintaan China yang membaik, dan gangguan yang persisten di Timur Tengah yang menyajikan outlook yang ketat untuk pasar minyak.
Langkah Tegas dari Produsen Utama
Langkah ini didorong oleh langkah Irak, produsen terbesar kedua di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang menyatakan bahwa mereka akan memotong ekspor minyak mentah untuk mengimbangi produksi yang lebih tinggi sejauh ini di tahun 2024.
Penurunan Ekspor dari Arab Saudi
Data dari Arab Saudi juga menunjukkan bahwa ekspor minyak mentah dari produsen terbesar OPEC tersebut turun untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Januari.
Tanda-Tanda Penyediaan yang Ketat
Tanda-tanda pasokan yang lebih ketat juga muncul di tengah beberapa indikator ekonomi yang membaik dari konsumen minyak utama, khususnya China. Produksi industri dan investasi aset tetap negara tersebut tumbuh lebih dari yang diperkirakan pada dua bulan pertama tahun 2024.
Keputusan Fed Menanti
Pertemuan Federal Reserve dimulai pada hari Selasa, dengan dewan diharapkan untuk mempertahankan suku bunga pada hari Rabu. Namun, pasar waspada terhadap sinyal yang lebih hawkish dari bank sentral tersebut.
Focus pada Data Persediaan Minyak AS
American Petroleum Institute mengumumkan perkiraan inventaris minyak mentah AS lebih lanjut dalam sesi ini. Ekonom memperkirakan bahwa persediaan minyak mentah mingguan naik sebesar 77.000 barel untuk minggu yang berakhir pada 15 Maret.
Kesimpulan
Harga minyak mendekati level tinggi berkat outlook pasokan yang ketat, sementara keputusan Fed yang akan datang dan data persediaan minyak AS menjadi fokus pasar untuk minggu ini.
Sumber: Investing