Equityworld Futures – Harga Minyak Turun akibat Penguatan Dolar dan Permintaan Bensin AS yang Lemah

Harga minyak dunia mengalami penurunan untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Rabu lantaran penguatan dolar dan data pemerintah yang menunjukkan lonjakan tak terduga dalam stok minyak mentah dan bensin AS.

Penguatan Dolar dan Lonjakan Stok Minyak

Futures minyak Brent untuk bulan Mei turun 16 sen, atau 0,2%, menjadi $86,09 per barel, sementara kontrak Juni yang lebih aktif turun 22 sen menjadi $85,41. Kontrak Mei akan berakhir pada hari Kamis.

Futures minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Mei turun 27 sen, atau 0,3%, menjadi $81,35 per barel. Baik kontrak Brent maupun WTI telah mengalami tekanan penjualan sejak mencapai level tertinggi lebih dari empat bulan pada minggu lalu.

Penguatan dolar AS memberi tekanan pada harga minyak, dengan indeks dolar AS menguat untuk sesi kedua berturut-turut. Penguatan mata uang AS membuat minyak yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, meredam permintaan.

Lonjakan tak terduga dalam stok minyak mentah dan bensin AS juga menambah tekanan pada harga minyak, demikian analis menyatakan. Persediaan minyak mentah AS naik sebesar 3,2 juta barel sedangkan stok bensin naik sebesar 1,3 juta barel dalam minggu yang berakhir pada 22 Maret, menurut data dari Administrasi Informasi Energi (EIA).

Dampak pada Permintaan Bensin

Permintaan bensin turun untuk minggu kedua berturut-turut menjadi 8,7 juta barel per hari, turun dari 8,8 juta barel per hari pada minggu sebelumnya, data EIA menunjukkan. “Mengingat bahwa kita hanya memproduksi minyak mentah untuk membuat bensin, ini merupakan perkembangan yang berpengaruh negatif,” kata Robert Yawger, direktur futures energi di Mizuho.

Prospek Kebijakan Produksi Minyak

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia, bersama-sama dikenal sebagai OPEC+, tidak akan mengubah kebijakan produksi minyak sampai pertemuan menteri penuh pada bulan Juni, kata tiga sumber OPEC+ kepada Reuters menjelang pertemuan minggu depan untuk meninjau pasar dan implementasi pemangkasan produksi anggota.

OPEC+ bulan ini setuju untuk memperpanjang pemangkasan produksi sekitar 2,2 juta barel per hari hingga akhir Juni, meskipun Rusia dan Irak harus melakukan langkah ekstra untuk mengatasi produksi berlebih. Kesulitan-kesulitan itu telah menimbulkan pertanyaan atas kemampuan kelompok tersebut untuk mematuhi pemotongan yang disepakati, dengan OPEC telah melampaui targetnya sebesar 190.000 barel per hari pada Februari, survei Reuters menunjukkan.

Penutup

Penurunan harga minyak pada hari ini dipicu oleh kombinasi penguatan dolar AS dan lonjakan tak terduga dalam stok minyak mentah dan bensin AS. Meskipun demikian, prospek kebijakan produksi minyak oleh OPEC+ tetap menjadi faktor penting yang akan memengaruhi arah harga minyak dalam beberapa bulan mendatang. Para pelaku pasar perlu memperhatikan perkembangan ini dengan cermat untuk mengantisipasi perubahan dalam dinamika pasar minyak global.

Sumber: Investing

PT Equityworld Futurse

Published by PT Equityworld Futures Cyber2

PT. Equityworld Futures merupakan salah satu anggota Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange) yang resmi berdiri pada tahun 2005. Perusahaan telah berkembang pesat seiring meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi di produk-produk finansial.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started