Equityworld Futures – Harga Minyak Turun Tipis Di Tengah Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga Berkepanjangan

Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tipis di tengah kekhawatiran akan kenaikan suku bunga yang berkepanjangan. Pada akhir perdagangan Selasa (27/6/2023), harga minyak mentah Brent turun 2,6 persen atau sebesar 1,92 dolar AS menjadi 72,26 dolar AS per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 2,4 persen atau sebesar 1,67 dolar AS menjadi 67,70 dolar AS per barel​ (KOMPAS.com)​.

Penurunan harga minyak ini sebagian besar dipicu oleh ekspektasi pasar bahwa bank sentral, termasuk Federal Reserve di Amerika Serikat dan Bank Sentral Eropa, akan terus menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi yang masih tinggi. Presiden Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde, mengindikasikan bahwa inflasi yang tinggi mengharuskan bank untuk terus menaikkan suku bunga guna mengekang kenaikan harga yang berkelanjutan​ (KOMPAS.com)​.

Di Amerika Serikat, data terbaru menunjukkan peningkatan tingkat kepercayaan konsumen, yang mencapai level tertinggi dalam hampir satu setengah tahun terakhir. Hal ini menambah tekanan pada Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi. Sejak Maret 2022, The Fed telah menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 500 basis poin dan mengisyaratkan kemungkinan dua kali kenaikan lagi sebesar 25 basis poin masing-masing hingga akhir tahun ini​ (KOMPAS.com)​​ (Validnews)​.

Selain dari kebijakan moneter, pertumbuhan ekonomi yang lambat di China juga berkontribusi pada melemahnya harga minyak. Sebagai konsumen minyak terbesar kedua di dunia, lesunya ekonomi China dapat mengurangi permintaan minyak global. Kekhawatiran ini diperparah dengan penurunan angka pertumbuhan ekonomi dan langkah-langkah stimulus yang kurang memadai dari pemerintah China untuk mendukung permintaan​ (Validnews)​.

Namun, beberapa faktor lain seperti pemotongan produksi minyak oleh negara-negara anggota OPEC+ membantu menahan penurunan harga yang lebih tajam. Arab Saudi telah memangkas produksi sebesar 1 juta barel per hari dari Juli hingga September, dan Rusia berencana mengurangi ekspor minyak sebesar 500.000 barel per hari pada Agustus. Pengurangan pasokan ini diharapkan dapat mendukung harga minyak di tengah pasar yang lesu​ (Validnews)​.

Di sisi lain, stok minyak mentah di Amerika Serikat dilaporkan turun sekitar 2,4 juta barel pada pekan yang berakhir 18 Agustus, meskipun angka ini sedikit lebih kecil dari penurunan 2,9 juta barel yang diperkirakan para analis. Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan pasokan, permintaan yang lesu masih menjadi perhatian utama pasar​ (Validnews)​.

Secara keseluruhan, harga minyak dunia saat ini berada di bawah tekanan dari berbagai faktor ekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga yang ketat dan prospek pertumbuhan ekonomi yang lemah di negara-negara utama konsumen minyak. Investor terus mengawasi perkembangan kebijakan moneter dan ekonomi global untuk menentukan arah pergerakan harga minyak di masa depan.

Sumber: Investing

Demo ewf

Demo Equityworld

Published by PT Equityworld Futures Cyber2

PT. Equityworld Futures merupakan salah satu anggota Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange) yang resmi berdiri pada tahun 2005. Perusahaan telah berkembang pesat seiring meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi di produk-produk finansial.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started