PT Equityworld Futures | Saham Hong Kong Melanjutkan Reli Akhir Pekan (Review)

equityworld – Saham Hong Kong ditutup dengan kenaikan tajam pada Senin (30/5) karena para pedagang menyambut pelonggaran dalam langkah-langkah penahanan Covid di Shanghai dan Beijing, yang meningkatkan harapan bagi ekonomi nomor dua dunia itu.

Indeks Hang Seng naik 2,06 persen, atau 426,57 poin, ditutup pada level 21.123,93.

Indeks Shanghai Composite naik 0,60 persen, atau 18,82 poin, ke level 3.149,06, sedangkan Indeks Shenzhen Composite Index di bursa kedua China naik 1,07 persen, atau 20,86 poin ke level 1.975,89.

Sumber : AFP, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | 5 Hal Utama yang Perlu Diketahui di Pasar dalam Sepekan

equityworld – Saat bulan yang bergejolak di pasar ekuitas hampir berakhir, investor akan menantikan laporan ketenagakerjaan nonpertanian hari Jumat yang dapat membantu menentukan tren pasar untuk bulan Juni. Data ekonomi yang menggembirakan baru-baru ini telah memberi harapan bahwa Federal Reserve akan dapat memperketat kebijakan moneter tanpa membawa ekonomi ke dalam jurang resesi. Investor juga akan mengamati data PMI dari China, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas prospek ekonomi untuk negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu yang terdampak pembatasan COVID. Sementara itu, data inflasi Zona Euro yang akan dirilis pada hari Selasa diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi baru, yang akan memperkuat ekspektasi European Central Bank (ECB) untuk memulai siklus kenaikan suku bunganya sendiri. Inilah yang perlu Anda ketahui untuk memulai minggu Anda.

1. Ketenagakerjaan Nonpertanian

Data ketenagakerjaan nonpertanian hari Jumat untuk bulan Mei diperkirakan menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap kuat, dengan para ekonom memperkirakan ekonomi telah menambahkan 320.000 pekerjaan di bulan Mei, melambat dari 428.000 di bulan April. Meskipun masih kuat, ini akan mewakili pertumbuhan pekerjaan terkecil dalam sekitar satu tahun.

Pertumbuhan upah diperkirakan akan tetap baik di tengah situasi kekurangan pekerja dan tingkat pengangguran diperkirakan akan turun ke 3,5%.

Kalender ekonomi juga menampilkan data perekrutan sektor swasta, lowongan pekerjaan JOLTS, indikator permintaan yang diawasi ketat di pasar tenaga kerja dan angka mingguan {{ecl -294||klaim pengangguran awal}}.

Data ISM aktivitas sektor manufaktur dan jasa akan menjadi sorotan kala timbulnya kegelisahan mengenai dampak kenaikan harga dan masalah rantai pasokan. Juga akan ada laporan untuk kepercayaan konsumen.

2. Saham Lanjutkan Pemulihan?

Pasar ekuitas AS reli pada hari Jumat dan ketiga indeks utama menghentikan penurunan mingguan terpanjang dalam beberapa dekade, setelah data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan menambah harapan bahwa Fed mungkin tidak perlu memperketat kebijakan moneter seperti yang ditakuti sebelumnya.

Data pada hari Jumat menunjukkan belanja konsumen naik lebih baik dari yang diharapkan pada bulan April dan juga menunjukkan bahwa inflasi melambat.

Data belanja konsumen diketahui setelah risalah Rabu lalu dari pertemuan Fed bulan Mei menunjukkan “sejumlah” pengambil kebijakan berpikir “data bulanan kemungkinan menunjukkan bahwa tekanan harga keseluruhan mungkin tidak lagi memburuk.”

The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin sepanjang tahun ini dan pasar memperkirakan kenaikan suku bunga 50 basis poin pada bulan Juni dan Juli.

Beberapa analis pasar sekarang berpikir dampak yang timbul dari masalah ekonomi dari tingkat suku bunga yang lebih tinggi saat inflasi kemungkinan telah mencapai puncaknya dan ini berarti bank sentral dapat |menghentikan siklus pengetatannya pada bulan September.

Pasar saham AS akan tetap tutup pada hari Senin untuk memperingati Memorial Day.

3. Pidato Fed

Investor akan mendapatkan kesempatan untuk mendengar dari beberapa pengambil kebijakan Fed mengenai prospek ekonomi di minggu mendatang.

Gubernur Fed Christopher Waller akan berpidato pada hari Senin, sementara Presiden Fed New York John Williams dan Presiden Fed St. Louis James Bullard, keduanya akan berbicara pada hari Rabu, diikuti sehari kemudian oleh Presiden Fed Cleveland Loretta Mester.

The Fed juga akan menerbitkan Beige Book terbaru pada hari Rabu, yang melihat kondisi ekonomi lokal di masing-masing dari 12 distrik Fed.

4. PMI China

Ekonomi China telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan bulan ini setelah kemerosotan April tetapi aktivitasnya lebih lemah dari tahun lalu dan banyak analis memperkirakan kontraksi di kuartal II.

Investor khawatir atas kurangnya peta jalan untuk keluar dari strategi nol-COVID negara itu, yang bertentangan dengan tren yang terlihat di bagian lain dunia.

Beijing akan merilis manufaktur dan non manufaktur pada hari Selasa dan Rabu yang diperkirakan para ekonom akan tetap di bawah 50, mengarah pada kontraksi bulanan di bulan Mei.

China telah meluncurkan paket bantuan luas yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi dan Perdana Menteri Li Keqiang menjanjikan pedoman terperinci untuk implementasinya segera.

Shanghai bertujuan untuk keluar dari lockdown dua bulan pada 1 Juni, sementara Beijing membuka kembali beberapa bagian transportasi umum pada hari Minggu serta beberapa mal saat infeksi stabil.

5. Inflasi Zona Euro

Kawasan euro akan menerbitkan perkiraan inflasi awal terbaru pada hari Selasa. Para ekonom memperkirakan indeks harga konsumen akan mencapai rekor tertinggi lainnya sebesar 7,7% di bulan Mei, naik dari 7,4% di bulan April.

Itu akan memperkuat ekspektasi normalisasi kebijakan di ECB dan akan mengadakan pertemuan berikutnya pada 9 Juni.

Ekonom dan pasar mengharapkan kenaikan suku bunga 25 bps pada bulan Juli tetapi pembacaan inflasi yang sangat kuat dapat mendorong isu soal langkah pergerakan yang lebih besar, yang sudah didorong oleh beberapa pejabat ECB.

Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan bahwa suku bunga deposito harusnya mulai naik pada Juli dan bisa berada di nol atau “sedikit di atasnya” pada akhir September sebelum naik lebih lanjut “menuju tingkat netral”.

Sumber : Investing

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Minyak Menuju Keuntungan Mingguan Kelima Jelang Musim Mengemudi AS

equityworld – Minyak menuju kenaikan mingguan kelima pada perdagangan Jumat (27/5) sebelum musim mengemudi AS dimulai akhir pekan ini, dengan pengendara menghadapi biaya yang melonjak karena stok yang terbatas.

West Texas Intermediate berjangka stabil di dekat $114 per barel di awal perdagangan Asia setelah ditutup 3,4% lebih tinggi di sesi sebelumnya. Stok bensin nasional berada pada tingkat musiman terendah sejak 2014, sementara pasokan solar bahkan lebih ketat di beberapa wilayah, membantu mendorong harga ke rekor.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman Juli turun 0,2% menjadi $113,90 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 8:19 pagi waktu Singapura.

Kontrak telah naik 0,6% minggu ini.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli stabil di $117,31 per barel di ICE Futures Europe exchange setelah naik 3% pada hari Kamis. (Arl)

Sumber : Bloomberg, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Emas Dekati Tertinggi 2-Minggu disaat Meningkatnya Kekhawatiran Mengangkat Logam

equityworld – Harga emas stabil pada perdagangan hari Rabu (25/5) setelah kenaikan lima hari berturut-turut, karena meningkatnya kekhawatiran atas potensi resesi AS di tengah pengetatan kebijakan moneter yang agresif mendorong permintaan untuk aset haven.

Bullion diperdagangkan mendekati level tertinggi dua minggu setelah dolar terus melemah semalam dan imbal hasil Treasury turun karena data ekonomi AS yang mengecewakan. Penjualan rumah baru turun lebih dari yang diperkirakan pada bulan April, dan aktivitas bisnis kembali ke level terendah empat bulan di awal Mei karena biaya yang membengkak dan harga jual yang tinggi mengurangi permintaan di penyedia layanan.

Emas spot datar di $1,866.40 per ounce pada pukul 8:24 pagi waktu Singapura setelah naik ke $1,869,72 pada hari Selasa, level intraday tertinggi sejak 9 Mei. Indeks Spot Dolar Bloomberg sedikit berubah setelah turun 0,2% di sesi sebelumnya. Perak, platinum, dan paladium stabil. (Arl)

Sumber : Bloomberg, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Harga Minyak Turun di tengah Kebuntuan Embargo Impor oleh UE, Bensin Turun

equityworld – Harga minyak turun pada perdagangan hari Selasa (24/5) di tengah tanda-tanda Uni Eropa sedang berjuang untuk menyetujui embargo impor Rusia, dan karena bensin merosot dari rekor minggu lalu.

Minyak West Texas Intermediate turun di bawah $110 per barel di awal perdagangan Asia setelah berakhir sedikit berubah di sesi Senin. Blok 27 negara kemungkinan tidak akan menyetujui larangan tersebut ketika para pemimpin bertemu minggu depan karena Hungaria menentang tindakan tersebut, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut. Meski begitu, Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck mengatakan dia berharap embargo itu dapat terlaksana “dalam beberapa hari”.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman Juli turun 0,7% menjadi $109,57 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 8:02 pagi waktu Singapura. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli turun 0,6% menjadi $112,80 per barel di ICE Futures Europe exchange. (Arl)

Sumber : Bloomberg, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Saham Hong Kong Merosot Di Awal Perdagangan

equityworld – Saham Hong Kong dibuka lebih rendah pada hari Senin (23/5) menyusul penutupan beragam di Wall Street karena investor mempertimbangkan kekhawatiran atas inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Indeks Hang Seng turun 0,52 persen, atau 108,59 poin, ke level 20.608,65 pada awal perdagangan.

Indeks Shanghai Composite naik 0,12 persen, atau 3,92 poin, ke level 3.150,49, sedangkan Indeks Shenzhen Composite di bursa kedua China bertambah 0,22 persen, atau 4,37 poin, ke level 1.988,04. (Arl)

Sumber : AFP, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futres | Kekhawatiran Pertumbuhan Meningkat, Emas Bersiap untuk Kenaikan Mingguan

equityworld – Emas menuju kenaikan mingguan pertama dalam lima minggu seiring meningkatnya kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang tinggi mendukung permintaan untuk aset haven.

Emas batangan naik 1,7% pekan ini karena sentimen risiko telah rapuh, dengan saham global berada di jalur penurunan bersejarah dalam pekan ketujuh. Presiden Federal Reserve Kansas City Esther George mengatakan pada hari Kamis kemarin bahwa kekalahan pasar tidak mengejutkan, mengingat kehati-hatian bank sentral secara berkala akan terus menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi dalam beberapa dekade. Dia mengakui ekuitas mengalami pekan yang “berat”, tetapi pernyataannya dalam wawancara CNBC tidak mengurangi nada hawkish The Fed.

Harga Emas di pasar spot sedikit berubah pada $1.842,64 per ounce pada pukul 7:54 pagi waktu Singapura. Indeks Spot Dolar Bloomberg naik tipis untuk memangkas penurunan mingguan terbesar sejak November 2020. Perak stabil, sementara platinum turun dan paladium naik. (Tgh)

Sumber: Bloomberg, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Pertimbangkan Kekhawatiran Pertumbuhan dan Sikap Hawkish Fed, Emas Stabil

equityworld – Emas stabil karena investor mempertimbangkan kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi terhadap ekspektasi pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif oleh Federal Reserve.

Logam mulia diperdagangkan di atas $ 1.800 per ounce di Asia setelah saham AS jatuh semalam, mendorong peralihan ke beberapa aset haven, termasuk Treasuries dan dolar. Penurunan pasar ekuitas terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran resesi yang didorong oleh Fed karena bank sentral menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi. Suku bunga yang lebih tinggi membuat emas tanpa bunga menjadi kurang menarik.

Harga Emas di pasar spot sedikit berubah pada $1.816,39 per ounce pada pukul 7:59 pagi waktu Singapura. Indeks Spot Dolar Bloomberg stabil setelah naik 0,4% di sesi sebelumnya. Perak, platinum, dan paladium semuanya turun. (Tgh)

Sumber: Bloomberg, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Selisih Cukai Lebar, Kinerja Emiten Rokok Kelas Atas Terpuruk

equityworld – Kinerja keuangan perusahaan rokok Golongan 1 merosot tajam pada kuartal-1 2022. Emiten rokok besar ini mengalami penurunan laba bersih yang signifikan dibandingkan kuartal I 2021 akibat beban cukai yang melonjak. Sebaliknya, pabrikan rokok di bawah golongan 1 mampu membukukan kinerja baik, didorong oleh beban cukai yang secara signifikan lebih rendah.

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan penurunan laba bersih 38,5% menjadi Rp1,07 triliun sepanjang kuartal I 2022. Biaya cukai, PPN, dan Pajak Rokok Gudang Garam pada kuartal I 2022 tercatat Rp25,06 triliun, naik 6,45% dibandingkan kuartal I 2021 sebesar Rp23,54 triliun.  Cukai dan pajak merupakan beban terbesar dari biaya pokok penjualan (COGS) perusahaan.  

Hal serupa juga melanda PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP). Kendati mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 11,04% menjadi Rp23,58 triliun laba bersih perusahaan di kuartal I 2022 tergerus 25,95% menjadi Rp1,91 triliun dibandingkan laba bersih kuartal 1 2021 sebesar Rp2,58 triliun. Tergerusnya laba bersih ini tak lepas dari beban cukai dan pajak rokok yang melonjak 26,96% menjadi Rp17,94 triliun dari Rp14,13 triliun pada periode yang sama tahun 2021.

Founder & CEO Finvesol Consulting Fendi Susiyanto mengatakan, kemerosotan profitabilitas emiten rokok kelas premium dipengaruhi sentimen negatif kenaikan tarif cukai hasil tembakau. “Anjloknya laba GGRM dan HMSP dipengaruhi beban biaya operasional akibat kenaikan tarif cukai rata-rata 12%,” kata Fendi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/5/2022).

Tergerusnya laba bersih emiten rokok Golongan 1 juga dipengaruhi peralihan konsumsi rokok dari produk rokok premium ke produk rokok yang lebih murah yang berada di Golongan 2 dan 3 akibat daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Pabrikan golongan 2 dan 3 dalam posisi diuntungkan dengan selisih tarif sebesar 40% lebih rendah dari tarif cukai yang dibayar pabrikan Golongan 1. Dengan begitu, produsen rokok golongan 2 dan 3 mampu mempertahankan margin profitabilitasnya tanpa harus menaikkan harga jual secara signifikan.

Menurut Fendi, kondisi ini yang menjadi salah satu penyebab kinerja perusahaan rokok pada Golongan  2-3 tidak mengalami penurunan secara signifikan, bahkan beberapa di antaranya cenderung positif. Pada kuartal I 2022, laba bersih PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) hanya turun tipis 2,3% menjadi Rp37,68 miliar.  Laba bersih PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) bahkan naik signifikan hingga 116% menjadi Rp3,79 miliar. 

PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA), juga membukukan kinerja positif. Sepanjang kuartal I 2022, untuk pertama kalinya perusahaan mampu membukukan laba bersih Rp4,29 miliar setelah bertahun-tahun merugi. Di tahun 2022 ini Bentoel resmi turun ke Golongan 2 untuk keseluruhan portfolionya. Pada periode yang sama 2021, RMBA membukukan rugi sebesar Rp 4,1 miliar.

“Bentoel tahun 2022 ini turun ke golongan 2 dan sedang proses delisting. Dengan turun ke golongan 2, COGS-nya tidak terlalu tinggi alias dapat menghemat kewajiban pembayaran cukai sebesar 40%. Ini menjadi kunci membalik kinerja Bentoel yang dalam beberapa tahun belakangan selalu merugi” kata Fendi. Berdasarkan laporan keuangan, beban cukai dan pajak Bentoel kuartal I 2022 tercatat hanya Rp 686,4 miliar, turun lebih dari 38% dibandingkan kuartal I 2021 sebesar Rp 1,11 triliun. 

Menurut Fendi, tren merosotnya kinerja pabrikan Golongan 1 ini perlu jadi perhatian khusus. Semakin besarnya beban cukai pabrikan Golongan 1 akan mendorong pertumbuhan penjualan rokok murah dari perusahaan rokok Golongan  2 dan 3. “Jika ini tidak berubah maka dalam jangka panjang era rokok murah akan terus berlanjut, sementara emiten pabrikan Golongan 1 bisa habis.” pungkasnya.

Sumber : WartaEkonomi, Investing

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Menguat

equityworld – Wall Street berakhir mixed pada Senin (16/5/2022) dengan indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, berakhir di teritori positif.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones naik 26,76 poin, atau sekitar 0,08 persen, menjadi 32.223,42. Indeks S&P 500 turun 15,88 poin, atau sekitar 0,39 persen, menjadi 4.008,01. Indeks komposit Nasdaq merosot 142,21 poin, atau sekitar 1,20 persen, menjadi 11.662,79.

Wall Street berada dalam tekanan setelah data terbaru menunjukkan aktivitas ekonomi Tiongkok mengalami pelemahan pada April akibat lockdown yang berlangsung yang menyebabkan konsumsi, produksi industri, dan ketersediaan lapangan kerja turun. Perekonomian Tiongkok dikhawatirkan mengalami kontraksi pada kuartal kedua 2022.

Meski demikian, proses pemulihan diperkirakan akan berlangsung ke depannya seiring rencana pelonggaran aturan pembatasan sosial di Shanghai mulai Juni mendatang. Para investor terutama optimis permintaan energi Tiongkok akan membaik.

Indeks sektor energi melambung 2,6 persen pada Senin, memimpin peningkatan di antara 11 sektor utama S&P 500.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2022 naik 0,3 persen menjadi US$1.814 per ons. Indeks dolar AS turun 0,36 persen menjadi 104,24.

Bursa saham Eropa menguat pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,04 persen, dipicu meningkatnya saham sektor pertambangan.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 46,65 poin, atau sekitar 0,63 persen, menjadi 7.464,80. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, turun 63,55 poin, atau sekitar 0,45 persen, menjadi 13.964,38.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menanjak 15,60 poin, atau sekitar 0,19 persen, menjadi 8.353,70. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melemah 14,91 poin, atau sekitar 0,23 persen, menjadi 6.347,77.

Nilai tukar poundsterling terhadap dolar AS berada di kisaran US$1,2155 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1812 euro per pound.

Sumber : Investing

PT Equityworld Futures

Design a site like this with WordPress.com
Get started