PT Equityworld Futures | Emas Catat Penurunan Harian Terburuk dalam Waktu Sepekan

equityworld – Emas berjangka berakhir melemah tajam pada hari Kamis (12/5) karena dolar yang lebih tinggi di tengah kekhawatiran inflasi.

Emas untuk pengiriman Juni turun sekitar 1,6%, atau $29,10, berakhir di $1,824,60 per ons di Comex. Itu merupakan persentase penurunan harian terbesar untuk kontrak emas teraktif sejak 2 Mei, menurut data FactSet.

Logam mulia berada di bawah tekanan terhadap dollar yang kuat karena indeks ICE US Dollar, ukuran mata uang terhadap sekumpulan enam rival utama, melonjak 0,9%, mendekati level tertinggi 20 tahun.

Sementara tingkat inflasi mungkin telah menunjukkan tanda-tanda puncak baru-baru ini, lonjakan tetap terjadi, dengan harga grosir melambat menjadi 11% pada April selama setahun terakhir dari 11,5%, menurut data pemerintah. (Tgh)

Sumber: Marketwatch, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Harga Emas Naik, Sehari pasca Berakhir di Level Terendah 3 Bulan

equityworld – Emas berjangka berakhir dengan kenaikan pada hari Rabu (11/5), seiring para pedagang mengkaji rilis data inflasi yang lebih tinggi dari yang diharapkan.

Emas untuk pengiriman Juni naik sekitar 0,7%, naik $12,70, dan  menetap di $1,853,70 per ounce di Comex.

Lonjakan indeks ICE US Dollar baru-baru ini mengambil nafas pasca naik ke level tertinggi dalam dua dekade. Tingkat Treasury 10-tahun juga beringsut lebih rendah pada 2,92%. (Tgh)

Sumber: Marketwatch, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Emas Turun Hari Ketiga karena Reli Dolar Redupkan Daya Tarik Safe Haven

equityworld – Emas turun untuk hari ketiga karena reli dolar mengganggu daya tariknya sebagai aset haven jelang data inflasi AS.

Bullion yang diperdagangkan pada level terendah sejak pertengahan Februari telah berada di bawah tekanan karena Federal Reserve dan bank sentral lainnya memperketat kebijakan moneter untuk melawan percepatan kenaikan harga konsumen. Hal tersebut membantu mendorong kenaikan imbal hasil obligasi serta mendorong indeks mata uang AS naik lebih dari 5% sejak akhir Maret, sehingga membuat logam mulia tanpa bunga menjadi kurang menarik.

Data inflasi AS yang akan dirilis Rabu (11/5) yang diharapakan dapat memberikan lebih banyak petunjuk mengenai laju jalur suku bunga The Fed, sementara China, India, dan Brasil juga melaporkan data harga konsumen pekan ini. Sementara di China, kebijakan lockdown virus terus membebani aktivitas ekonomi, sehingga meredam permintaan emas batangan di negara pembeli terbesar dunia ini.

Emas turun 0,3% menjadi $1,833,15 per ons pada 09:02 di Singapura, dan turun 2,7% sejauh pekan ini. Indeks Spot Dolar Bloomberg stabil setelah naik 0,2% pada hari Selasa. Perak datar mendekati level terendah sejak Juli 2020, platinum sedikit berubah dan paladium turun 1%.(yds)

Sumber: Bloomberg, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | IHSG Sudah di Kembali ke Level 6.909, Saatnya Buy On Weakness Saham Ini

equityworld – Laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia belum bisa membantu laju penurunan harga saham IHSG. Investor ditengarai mencari tempat aman di tengah sikap agresif bank sentral AS (Federal Reserve) dalam melawan lonjakan inflasi.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan pertumbuhan ekonomi masih sesuai ekspektasi dan daya beli masih terjaga.

“Oleh sebab itu kami melihat pertumbuhan ekonomi masih berjalan di arah yang benar, meskipun secara tingkat akselerasi sedikit melambat karena adanya PPKM,” jelasnya kepada Investing, Selasa (10/5).

Ia menambahkan kuartal II-2022 perrtumbuhan ekonomi masih dapat tumbuh positif, meskipun ada potensi yang lebih besar untuk mengalami penurunan dibandingkan kuartal I-2022 akibat tingginya ketidakpastian global.

Meski bursa saham rontok pada saat pengumuman pertumbuhan ekonomi, Ia melihat bahwa saham-saham di Jakarta Stock Exchange Compositemasih bisa diambil keuntungannya.

“Kami melihat saham perbankan, energi, minyak, infrastruktur masih sangat layak untuk dibeli,” jelasnya

M. Nafan Aji Gusta Utama, Senior Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia menambahkan untuk saham metal mining masih overweight. “Bisa dicek saham Vale Indonesia Tbk (JK:INCO)dan Timah Persero Tbk (JK:TINS),” jelasnya.

Berikut Rekomendasi Saham Teknikal dari BRI (JK:BBRI) Danareksa Sekuritas untuk Selasa 10 Mei 2022:

Jakarta Stock Exchange Composite
Last Price : 6.909

IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung melemah terbatas, Indikator MACD negatif menguat, Indikator Stochastic netral melemah menuju area oversold, Indikator RSI netral melemah menuju area oversold

Surya Esa Perkasa Tbk (JK:ESSA)– Buy On Weakness
Trading Range : 1.150 – 1.345

Volume transaksi stabil meningkat dibawah rata-rata, Indikator MACD negatif melemah, Indikator Stochastic netral konsolidasi, Indikator RSI netral konsolidasi

Mitra Adiperkasa Tbk (JK:MAPI)– Buy On Weakness
Trading Range : 845 – 940

Volume transaksi stabil meningkat dibawah rata-rata, Indikator MACD negatif, Indikator Stochastic netral konsolidasi, Indikator RSI netral konsolidasi

Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk PT (JK:SIDO)– Buy On Weakness
Trading Range : 905 – 970

Volume transaksi stabil meningkat dibawah rata-rata, Indikator MACD positif menguat, Indikator Stochastic netral konsolidasi, Índikator RSI netral konsolidasi

Adi Sarana Armada Tbk (JK:ASSA) – Sell
Trading Range : 2.280 – 2.580

Volume transaksi stabil dibawah rata-rata, Indikator MACD negatif menguat, Indikator Stochastic netral melemah menuju area oversold, Indikator RSI netral melemah menuju area oversold

Semen Indonesia Persero Tbk (JK:SMGR)- Sell
Trading Range : 5.750 – 6.725

Sumber : Investing

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | ANALIS MARKET (09/5/2022) : Terdorong Sentimen Global dan Regional, IHSG Berpotensi Terkoreksi

equityworld – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, pada penutupan Jumat lalu (6/5), pasar AS bergerak melemah. Dow Jones melemah -0.30%, S&P 500 melemah -0.57%, dan Nasdaq melemah -1.4%. Perhatian pasar AS pada minggu ini akan tertuju pada rilis data core PPI dan initial jobless claims di hari Kamis nanti dengan ekspektasi core PPI di angka 8.9% dan initial jobless claims di angka 194 ribu. Yield UST 10Y meningkat ke level 3.12%, dan USD index menurun -0.12% ke level 103.68.

Pasar komoditas terpantau bergerak mayoritas menguat pada Jumat (06/05) kemarin; minyak WTI menguat +2.17% ke level USD 110.61/bbl, dan Brent menguat +2.09% ke level USD 113.22/bbl. Harga batu bara closed di level USD 360.35/ton, dan nikel menguat +1.74% ke level USD 30,619, sedangkan CPO melemah -3.92% ke level MYR 7,382. Sedangkan harga emas terpantau menguat ke level USD 1,882/toz).

Bursa Asia bergerak melemah pada Jumat (06/05) kemarin. Kospi melemah -1.23%, Nikkei menguat +0.69% Hang Seng melemah -3.81%, dan Shanghai melemah -2.16%. IHSG pada hari Kamis (28/04) ditutup menguat +0.45% ke level 7,228, dengan net buy sebesar IDR 2.38 triliun. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy sebesar IDR 2.28 triliun, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy sebesar IDR 94.9 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BMRI (IDR 1076 miliar), ASII (IDR 343.5 miliar), dan BBRI (IDR 303.6 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak TLKM (IDR 279.1 miliar), BUKA (IDR 70.4 miliar), dan BUMI (IDR 54.2 miliar). Top leading movers adalah BMRI, ASII, dan ADRO, sedangkan GOTO, TLKM, dan BBCA menjadi top lagging movers.

Terjadi penambahan 227 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Minggu (08/05) namun dengan jumlah kasus sembuh yang meningkat lebih besar 452. Daily positive sebesar 0.35% dan overall positive rate sebesar 9.5% (recovery rate: 97.3%; kasus aktif: 6,192).

Adapun diperdagangan Senin (09/5) pagi ini, Kospi dibuka melemah -0.18% dan Nikkei dibuka melemah -1.25%.

“Kami memperkirakan IHSG akan melemah pada hari ini, seiring dengan sentimen beragam dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset yang dirilis Senin (09/5/2022).

Sumber : Investing

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Minyak Berjangka Berakhir Sedikit Lebih Tinggi

equityworld – Minyak berjangka berakhir sedikit lebih tinggi pada hari Kamis (5/5), menemukan dukungan setelah Uni Eropa sehari sebelumnya mengusulkan rencana untuk menghentikan minyak mentah Rusia selama enam bulan ke depan, meskipun kenaikan untuk komoditas terbatas karena Indeks Dolar AS diperdagangkan mendekati level tertinggi 20-tahun.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni naik 45 sen, atau 0,4%, menjadi $108,26 per barel di New York Mercantile Exchange. Dolar yang lebih kuat dapat menjadi negatif untuk komoditas yang dihargai dalam unit, membuatnya lebih mahal bagi pengguna mata uang lainnya.(yds)

Sumber: marketwatch, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Emas Terkerek Pada Perdagangan Elektronik Terkait Kenaikan Suku Bunga Fed

equityworld – Emas berjangka mengakhiri perdagangan reguler dengan penurunan, tetapi bergerak lebih tinggi dalam aktivitas Rabu setelah Federal Reserve menaikan suku bunga acuan sebesar setengah poin persentase.

Emas untuk pengiriman Juni di Comex di perdagangakan di level $1,873 per ons dalam aksi baru-baru ini.

“The Fed telah menaikan suku bunga sebesar 50 basis poin tetapi fakta bahwa ini sudah diantisipasi oleh pasar telah menenangkan beberapa kegelisahan,” ungkap Naeem Aslam, yang meurpakan kepala analis pasar di AvaTrade.

“Indeks dolar telah kehilangan tenaga terkait keputusan The Fed dan ini telah membantu harga emas yang telah oversold karena beberapa orang berpikir bahwa Fed dapat menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.”

Emas ditutup pada level $1,868,80 per ons, turun $1,80, atau kurang dari 0,1% menjelang pengumuman The Fed. Sementara perak untuk Juli ditutup 27 sen lebih rendah, turun 1,2%, pada $22,40 per ons.(yds)

Sumber: Marketwatch, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Pedagang Kaji Pengetatan yang Diharapkan Fed, Emas Perpanjang Penurunan

equityworld – Emas memperpanjang penurunan ke level terendah sejak Februari menjelang pertemuan Federal Reserve yang diperkirakan akan menghasilkan kenaikan suku bunga yang lebih besar dari biasanya.

Hal itu mengikuti penurunan terbesar emas dalam lebih dari sebulan pada hari Senin. Sentimen investor terhadap logam mulia berubah semakin bearish di tengah ekspektasi The Fed akan berusaha untuk menjinakkan inflasi dengan kenaikan suku bunga yang agresif. Kepemilikan dalam ETF yang didukung emas turun minggu pada lalu, menghentikan kenaikan 14 minggu berturut-turut.

Para ekonom memproyeksikan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Rabu untuk mengatasi inflasi terpanas dalam empat decade terakhir, dengan para pedagang berada di puncak penetapan harga dalam lompatan 75 basis poin pada bulan Juni. Ketua Jerome Powell mengatakan ekonomi berada dalam posisi yang baik untuk menangani suku bunga yang lebih tinggi tanpa mengganggu pertumbuhan.

Imbal hasil Treasury 10-tahun yang disesuaikan dengan inflasi mempertahankan kenaikan di wilayah positif pada hari Selasa, memberikan tekanan pada emas. Aset haven telah merosot lebih dari 10% sejak melonjak awal tahun ini karena spekulasi invasi Rusia ke Ukraina akan meningkatkan inflasi dan membahayakan ekonomi global.

Spot gold turun 0,4% menjadi $1,856.11 per ons pada pukul 10:21 pagi di London. Indeks Bloomberg Dollar Spot melemah 0,1%. Perak stabil. (frk)

Sumber : Bloomberg, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Emas Menuju Penurunan Bulanan Seiring Penguatan Dolar

equityworld – Emas bersiap untuk kerugian bulanan terbesar dalam tujuh bulan, dengan penguatan dolar di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan bergerak agresif untuk mengetatkan kebijakan moneter yang membebani permintaan.

Bullion turun lebih dari 2% bulan ini, terbesar sejak September lalu, seiring para pedagang menunggu pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal pada 3-4 Mei, ketika bank sentral AS diperkirakan akan terus menaikkan suku bunga. Ketua Jerome Powell berpotensi mendukung dua atau lebih kenaikan 0,5 poin persentase untuk meredam inflasi. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya membebani permintaan untuk emas batangan tanpa bunga.

Di AS, pertumbuhan ekonomi menyusut untuk pertama kalinya sejak 2020, mencerminkan lonjakan impor terkait dengan permintaan konsumen yang solid — yang pada gilirannya menunjukkan pertumbuhan akan segera kembali. Sementara risiko terhadap pertumbuhan global yang ditimbulkan oleh perang Rusia di Ukraina masih mendukung permintaan aset haven, minat investor mulai berkurang. Kepemilikan dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas turun minggu ini untuk menghentikan kenaikan 14 minggu berturut-turut.

Emas spot sedikit berubah pada $1,894,85 per ons pada pukul 7:45 pagi di Singapura, setelah naik 0,4% pada Kamis. Indeks Spot Dolar Bloomberg stabil setelah naik ke level tertinggi sejak Mei 2020 di sesi sebelumnya. Paladium menguat, sementara platinum dan perak sedikit berubah. (knc)

Sumber : Bloomberg, ewfpro

PT Equityworld Futures

PT Equityworld Futures | Dolar Mendekati Level Tertinggi Dua Dekade

equityworld – Dolar mendekati level tertinggi yang tidak terlihat dalam dua dekade terakhir pada hari Kamis (28/4) karena krisis energi di Eropa melumpuhkan euro, sementara yen melemah oleh ekspektasi Bank of Japan (BOJ) yang akan tetap pada kebijakan super-mudahnya.

Diukur terhadap sekeranjang mata uang, indeks dolar telah mencapai puncak lima tahun di 103,28 dan dorongan lebih lanjut di atas 103,82 akan melihatnya ke level yang tidak terlihat sejak akhir 2002.

Euro berada di $ 1,0553, setelah mencapai level terendah lima tahun di $ 1,0515 pada hari Rabu. Mata uang tunggal telah jatuh 4,6% sejauh ini di bulan April dan menuju bulan terburuknya sejak awal 2015.

Mata uang ini sekarang sangat dekat dengan level support grafik besar yang membentang dari $1,0500 ke bawah dari 2017 di $1,0344. Penembusan akan membawanya ke kedalaman yang tidak terlihat sejak 2002 dan berisiko mengalami penurunan yang merusak di bawah keseimbangan.

Penurunan tersebut hanya menambah masalah ekonomi Eropa karena menaikkan biaya energi yang dihargai dalam dolar, seperti halnya biaya gas alam yang melambung karena langkah Rusia untuk memangkas Polandia dan Bulgaria.

Risiko seperti itu juga bisa membuat Bank Sentral Eropa enggan untuk melakukan pengetatan secara agresif, sehingga tertinggal jauh di belakang Federal Reserve.

Pasar bertaruh The Fed akan menaikkan 50 basis poin pada Mei, Juni dan Juli, dan pada akhirnya menaikkan suku bunga menjadi sekitar 3,0% pada akhir tahun. ECB terlihat mungkin mencapai 0,5% pada Natal.

Bank of Japan (BOJ) bahkan tidak mendekati pengetatan karena dengan gigih membeli obligasi untuk menjaga imbal hasil mendekati nol.

Bank sentral mengadakan pertemuan kebijakan pada hari Kamis dan secara luas diperkirakan akan menegaskan kembali panduan imbal hasil, bahkan ketika itu meningkatkan prospek inflasi.

Prospek yang berbeda pada suku bunga telah melihat dolar melanjutkan kenaikannya pada yen untuk mencapai 128,44 juga berada dalam jarak yang sangat dekat dari puncak 20-tahun baru-baru ini di 129,43. (knc)

Sumber : Reuters, ewfpro

PT Equityworld Futures

Design a site like this with WordPress.com
Get started