equityworld – Laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia belum bisa membantu laju penurunan harga saham IHSG. Investor ditengarai mencari tempat aman di tengah sikap agresif bank sentral AS (Federal Reserve) dalam melawan lonjakan inflasi.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan pertumbuhan ekonomi masih sesuai ekspektasi dan daya beli masih terjaga.
“Oleh sebab itu kami melihat pertumbuhan ekonomi masih berjalan di arah yang benar, meskipun secara tingkat akselerasi sedikit melambat karena adanya PPKM,” jelasnya kepada Investing, Selasa (10/5).
Ia menambahkan kuartal II-2022 perrtumbuhan ekonomi masih dapat tumbuh positif, meskipun ada potensi yang lebih besar untuk mengalami penurunan dibandingkan kuartal I-2022 akibat tingginya ketidakpastian global.
Meski bursa saham rontok pada saat pengumuman pertumbuhan ekonomi, Ia melihat bahwa saham-saham di Jakarta Stock Exchange Compositemasih bisa diambil keuntungannya.
“Kami melihat saham perbankan, energi, minyak, infrastruktur masih sangat layak untuk dibeli,” jelasnya
M. Nafan Aji Gusta Utama, Senior Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia menambahkan untuk saham metal mining masih overweight. “Bisa dicek saham Vale Indonesia Tbk (JK:INCO)dan Timah Persero Tbk (JK:TINS),” jelasnya.
Berikut Rekomendasi Saham Teknikal dari BRI (JK:BBRI) Danareksa Sekuritas untuk Selasa 10 Mei 2022:
Jakarta Stock Exchange Composite
Last Price : 6.909
IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung melemah terbatas, Indikator MACD negatif menguat, Indikator Stochastic netral melemah menuju area oversold, Indikator RSI netral melemah menuju area oversold
Surya Esa Perkasa Tbk (JK:ESSA)– Buy On Weakness
Trading Range : 1.150 – 1.345
Volume transaksi stabil meningkat dibawah rata-rata, Indikator MACD negatif melemah, Indikator Stochastic netral konsolidasi, Indikator RSI netral konsolidasi
Mitra Adiperkasa Tbk (JK:MAPI)– Buy On Weakness
Trading Range : 845 – 940
Volume transaksi stabil meningkat dibawah rata-rata, Indikator MACD negatif, Indikator Stochastic netral konsolidasi, Indikator RSI netral konsolidasi
Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk PT (JK:SIDO)– Buy On Weakness
Trading Range : 905 – 970
Volume transaksi stabil meningkat dibawah rata-rata, Indikator MACD positif menguat, Indikator Stochastic netral konsolidasi, Índikator RSI netral konsolidasi
Adi Sarana Armada Tbk (JK:ASSA) – Sell
Trading Range : 2.280 – 2.580
Volume transaksi stabil dibawah rata-rata, Indikator MACD negatif menguat, Indikator Stochastic netral melemah menuju area oversold, Indikator RSI netral melemah menuju area oversold
Semen Indonesia Persero Tbk (JK:SMGR)- Sell
Trading Range : 5.750 – 6.725
Sumber : Investing
PT Equityworld Futures