equity world – Saham-saham di Asia Pasifik sebagian besar beranjak naik pada Selasa (18/01) pagi dan investor terus memantau pemulihan ekonomi global dari COVID-19.
Nikkei 225 Jepang menguat 1,14% ke 28.655,50 pukul 10.11 WIB menurut data Investing.com sebelum Bank of Japan merilis keputusan suku bunganya hari ini.
KOSPI Korea Selatan turun tipis 0,11% ke 2.886,89 sementara di Australia, ASX 200 naik tipis 0,16% di 7.429,00.
Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,48% di 24.333,37. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,24% di 6.629,15 pukul 10.23 WIB.
Shanghai Composite China menguat 1,04% di 3.578,46 pukul 10.15 WIB sedangkan Shenzhen Component turun 0,39%. Saham-saham China menjadi sorotan pada hari Selasa karena investor terus mencerna kebijakan penurunan suku bunga dari People’s Bank of China (PBOC) kemarin. Bank sentral tersebut mengumumkan suku bunga pinjaman kebijakan satu tahun sebesar 10 basis poin menjadi 2,85% dan memangkas suku bunga perjanjian pembelian kembali reserve tujuh hari menjadi 2,1% dari 2,2%.
Langkah PBOC mendorong ekspektasi pelonggaran moneter lanjutan, kontras dengan serangkaian kenaikan suku bunga yang diperkirakan dari Federal Reserve AS pada 2022.
Sementara itu, bank sentral di Indonesia, Malaysia, Norwegia, Turki, dan Ukraina akan melansir keputusan kebijakannya pada Kamis.
Pasar AS akan dibuka kembali sesi hari ini setelah hari libur. Saham global telah melemah pada tahun ini, seiring penurunan saham-saham AS. Investor sekarang melihat apakah keuntungan perusahaan dapat meningkatkan sentimen, terlepas dari masalah inflasi dan tantangan lain dari varian omicron COVID-19.
“Akan menarik untuk melihat apakah investor kembali tergoda sekarang karena musim pendapatan sedang berlangsung,” sebut analis pasar senior OANDA Craig Erlam dalam catatan.
Munculnya omicron kemungkinan memberikan arti bahwa banyak perusahaan tidak menikmati kinerja seperti yang diharapkan sebelumnya, tetapi itu tidak berarti tidak akan ada banyak hal positif yang bisa diambil.”
Pendapatan perusahaan global akan memberikan pengaruh yang signifikan pada tahun 2022, sekali lagi menentang prediksi dan skeptis, menurut ahli strategi JPMorgan Chase & Co.. Untuk mengukur keakuratan prediksi itu, investor akan mengamati pendapatan dari Goldman Sachs Group Inc. (NYSE:GS), Morgan Stanley (NYSE:MS), Bank of America Corp. ( NYSE:BAC), UnitedHealth Group Incorporated (NYSE:UNH), dan Netflix Inc. (NASDAQ:NFLX), dijadwalkan rilis sepanjang minggu.
Investor juga menunggu data AS, yakni Indeks manufaktur Empire State, yang akan dirilis hari ini. Data lebih lanjut, termasuk izin bangunan, akan dirilis sehari kemudian.
Sumber : Investing
PT. Equity World Futures