Equityworld Futures – Rebutan Transfer Minyak, China dan AS Diam-diam Perang Dingin di Irak

Pemandangan kilang minyak Baiji 180 kilometer sebelah utara Baghdad.

Permasalahan Transfer Minyak Antara China dan AS di Irak

Irak telah memutuskan untuk menghentikan semua transaksi keuangan dalam yuan China yang diikuti oleh arahan dari Federal Reserve AS. China mendorong yuan untuk transfer perdagangan dengan Irak, namun keputusan ini malah direspons dengan tindakan dari Federal Reserve AS yang membatalkan transaksi tersebut. Adanya kekhawatiran mengenai potensi manipulasi dalam transfer minyak dan gas telah menjadi sorotan utama, menimbulkan tuduhan ketidakberesan dan masalah keuangan.

Pengaruh Federal Reserve AS terhadap Bank Sentral Irak

Pendapatan minyak Irak disimpan di Federal Reserve AS dan kemudian ditransfer oleh FBI ke Bank Sentral Irak setelah melewati proses tertentu. Akibatnya, Federal Reserve AS memiliki kekuatan pengambilan keputusan bersama dengan pemerintah Irak dan Bank Sentral Irak. Sejak tahun 2023, Bank Sentral Irak telah mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan mata uang lokal dan ekonomi negara. Namun, keputusan-keputusan Bank Sentral Irak seringkali dipengaruhi oleh Federal Reserve AS.

Upaya China dalam Mendorong Penggunaan Yuan dalam Perdagangan Minyak

China telah berupaya mendorong penggunaan yuan dalam transaksi perdagangan minyak dengan negara-negara berkembang, termasuk Irak. Melalui Inisiatif Sabuk dan Jalan, China memberikan pinjaman miliaran dolar kepada negara-negara di Asia dan Afrika untuk membangun infrastruktur dan pelabuhan. Hal ini membuat China merasa lebih mudah untuk mendorong penggunaan yuan dalam transaksi perdagangan dan memperkuat mata uangnya serta perekonomian secara keseluruhan.

Dampak Perang Dingin di Irak

Ketegangan antara China dan AS terkait transfer minyak di Irak telah menciptakan sebuah perang dingin yang berdampak pada keputusan-keputusan ekonomi di negara tersebut. Kedua negara berusaha mempengaruhi Irak dalam hal transaksi keuangan yang dilakukan, menciptakan ketidakpastian dalam perdagangan minyak.

Kesimpulan

Permasalahan rebutan transfer minyak antara China dan AS di Irak mencerminkan dinamika geopolitik global serta upaya masing-masing negara untuk memperkuat pengaruh dan kepentingan ekonominya. Irak sebagai negara yang menjadi objek perang dingin antara China dan AS harus mengambil keputusan yang tepat demi kepentingan ekonomi dan stabilitasnya.

Sumber: Investing

Demo ewf

Demo Equityworld

Published by PT Equityworld Futures Cyber2

PT. Equityworld Futures merupakan salah satu anggota Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange) yang resmi berdiri pada tahun 2005. Perusahaan telah berkembang pesat seiring meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi di produk-produk finansial.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started