
Harga Minyak Naik di Asia
Harga minyak naik di perdagangan Asia pada hari Senin, memulihkan beberapa ukuran kerugian baru-baru ini. Hal ini disebabkan oleh harapan membaiknya kondisi ekonomi di China setelah negara tersebut menurunkan biaya pinjaman secara tak terduga.
Brent oil futures untuk pengiriman September naik 0,4% menjadi $82,92 per barel, sedangkan West Texas Intermediate crude futures naik 0,4% menjadi $81,87 per barel.
China Memangkas Suku Bunga
Negara importir minyak terbesar, China, memangkas suku bunga acuan suku bunga utama pinjaman untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang melambat. Langkah ini diambil setelah data menunjukkan pertumbuhan ekonomi China kurang dari yang diharapkan pada kuartal kedua.
Beijing berkomitmen untuk memberikan lebih banyak stimulus guna menopang pertumbuhan ekonomi, dengan pemotongan suku bunga sebagai bagian dari langkah-langkah tersebut.
Minyak Turun Akibat Gencatan Senjata Israel-Hamas
Harga minyak turun lebih dari 3% minggu lalu karena pembicaraan gencatan senjata Israel-Hamas mengalami perkembangan. Para trader berharap gangguan pasokan minyak di Timur Tengah akan berkurang jika gencatan senjata tercapai.
AS menyatakan bahwa Israel dan Hamas hampir mencapai kesepakatan yang dapat menciptakan stabilitas di Gaza, serta mengurangi ketegangan di Timur Tengah.
Biden Menarik Diri, Fokus pada Penurunan Suku Bunga
Keputusan Presiden Joe Biden untuk tidak mencalonkan diri kembali memengaruhi pasar. Biden mendukung Wakil Presiden Kamala Harris dalam pemilihan presiden berikutnya.
Data jajak pendapat menunjukkan bahwa mantan Presiden Donald Trump mendapat dukungan yang kuat dari publik. Trump berjanji untuk meningkatkan produksi minyak AS jika terpilih kembali.
Fokus juga tertuju pada rencana penurunan suku bunga di AS, terutama setelah data inflasi yang lemah dan sinyal dovish dari Federal Reserve.
Kesimpulan
Dalam situasi di mana China memangkas suku bunga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan prospek gencatan senjata di Timur Tengah, harga minyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pemantauan terus dilakukan untuk melihat perkembangan selanjutnya dan dampaknya terhadap pasar minyak global.
Dengan demikian, situasi geopolitik dan kebijakan ekonomi global menjadi penentu utama dalam pergerakan harga minyak.
Sumber: Investing